Sabtu, 31 Oktober 2020

 








Profil

Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Kini tinggal di Bekasi dan berprofesi sebagai guru SD di Jakarta. Memulai aktivitas menulis ketika blog pertamanya (www.praszetyawan.com) dibuat pada 2009. Profilnya pernah dimuat dalam buku berjudul "Majors For The Future".
Riwayat Pendidikan
SD Strada Kampung Sawah (1998-2004)
SMP Strada Kampung Sawah (2004-2007)
SMA Pangudi Luhur II Servasius (2007-2010)
PGSD Unika Atma Jaya Jakarta (2010-2014)
Riwayat Pekerjaan
Guru SD Santo Mikael, Jakarta (2014-2015)
Guru SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta (2015-sekarang)
Puluhan tulisannya sudah dimuat di berbagai media cetak seperti Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer, dan Majalah Hidup.
Baca selengkapnya: Tulisanku yang dimuat di Media Cetak
Selain menulis di media cetak, tulisannya juga tertuang dalam berbagai media online dan karya buku sebagai berikut:
 
Blog:
Blog personal (Blog Utama): www.praszetyawan.com
Blog Buku: www.bukubrian.blogspot,com
Blog Tutorial Blogspot: www.tamanbelajarblog.blogspot.com
Blog Pembelajaran SD: www.bahastematiksd.blogspot.com
Kompasiana: www.kompasiana.com/brianprasetyawan
Gurusiana: brianprasetyawan.gurusiana.id
Guraru: guraru.org/guru-berbagi/author/brianprasetyawan/
Gulisiana
Buku Solo:
Blog Untuk Guru Era 4.0 (Januari 2020)
Aksi Literasi Guru Masa Kini (Mei 2020)
Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari (Juni 2020)
 
Buku Antologi:
Senandung Rasa - Antologi Puisi (April 2020)
 Bersajak di Kala Pandemi - Antologi Puisi (Mei 2020)
Rona Rasa #dirumahaja - Antologi True Story (Juni 2020)
Ramadhan Tahun Ini - Antologi Puisi (Juni 2020)
Semangatmu Inspirasiku - Antologi True Story (Juni 2020)
Inisialmu dalam Buku Ini - Antologi Puisi (Juli 2020)
Jejak Keberhasilan -  Antologi True Story (Agustus 2020)
Kembara Bakti -  Antologi True Story (September 2020)
Penangggung Jawab Pembuatan Buku Antologi:
Ini Cerita Seru Hobiku
Pena Digital Guru Milenial (Juli 2020)
Ukir Prestasi Tebar Inspirasi (September 2020) 
Komunitas yang Diikuti:
Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN)
Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB)
Gurusiana
PGRI Kecamatan Kemayoran
Blogger Jabodetabek
Blogger Energy
Warung Blogger
Bloggercrony
Mari saling terhubung lewat medsos/kontak berikut:
Sejarah Singkat Si Peci Hitam





Waktu kecil, saya berpikiran bahwa setiap muslim laki-laki wajib memakai peci pada saat melaksanakan sholat. Peci yang digunakan adalah peci yang berwarna hitam khas yang biasa digunakan oleh Ir. Soekarno. Maklum saat itu saya belum terlalu paham beragama. Lambat laun saya sadar, ternyata peci hitam itu bisa digantikan penutup kepala lain yang menyerupai seperti kopiah putih khas seorang haji atau jenis penutup kepala lain. Dan saya juga sadar ternyata peci hitam ini hanya ada di Indonesia dan digunakan oleh muslim laki - laki di Indonesia saja, tidak seluruh muslim laki-laki dunia seperti yang saya pikirkan waktu kecil.

Ada beberapa pertanyaan yang menggelitik dari hati kecil saya mengenai si peci hitam ini. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain mengenai siapa orang yang pertama kali memiliki ide membuat peci hitam seperti itu? Terbuat dari bahan apa peci hitam tersebut? Apakah peci hitam hanya ada di Indonesia? Apakah peci hitam di Indonesia sebagai simbol agama atau sebagai simbol nasionalisme? Mengapa Ir. Soekarno selalu menggunakan peci hitam?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, hal yang paling mudah saya lakukan adalah melakukan pecarian dari beberapa referensi di internet. Berikut rangkuman dari hasil penelusuran saya mengenai si peci hitam.

Peci Hitam Mahkota Sultan Fatah

Mengenai siapa yang pertama kali membuat penutup kepala berupa peci hitam, saya tidak menemukan jawaban yang pasti. Namun dari beberapa tulisan dapat di simpulkan beberapa spekulasi tentang asal muasal si peci hitam ini. Seperti pada tulisan Tribun Jabar dengan judul "Karena Soekarno Kita Bangga Pakai Peci, Ini Asal Usul Peci Sebagai Ikon Nasional" disebutkan bahwa peci hitam merupakan rintisan Sunan Kalijaga yang akan digunakan sebagai mahkota untuk Sultan Fatah yang diberi nama Kuluk yang memiliki bentuk lebih sederhana dari mahkota ayahnya raja terakhir Majapahit, Brawijaya V. Kuluk menyerupai kopiah dengan ukuran lebih besar. Penggunaan kuluk sebagai mahkota adalah untuk menunjukan bahwa raja dan rakyat biasa sama dihadapan Allah, yang membedakan adalah ketakwaannya.

Masih dari tulisan yang sama bahwa peci hitam berasal dari Laksamana Cheng Ho. Hal ini dikaitkan dari kata peci sendiri yang berasal dari kata Pe (artinya delapan) dan Chi (artinya energi) yang berarti bahwa peci adalah penutup kepala yang bisa memberikan energi pada delapan penjuru mata angin.

Nama lain dari peci adalah songkok yang berasal dari kata kosong dan mangkok. Artinya hidup ini seperti mangkok yang kosong dan harus di isi dengan sesuatu yang berarti.

Selain songkok, peci juga di sebut kopiah berasal dari kata kosong karena dipuah atau kosong karena dibuang. Yang dibuang adalah sifat buruk seperti kebodohan serta rasa iri dan dengki.

Dalam tulisan lain di era.id yang berjudul "Sejarah Si Peci" disebutkan bahwa peci merupakan kata serapan dari "fez" yaitu penutup kepala yang biasa digunakan oleh orang Turki. Sedangkan dalam bahasa Belanda berasal dari kata "petje" atau topi kecil. Memang dari bentuknya, peci mirip dengan fez-nya orang Turki sehingga ada yang berpendapat bahwa peci berasal dar Turki seperti tulisan yang di muat merdeka.com dengan judul "Asal Usul Peci Atau Kopiah Dari Orang Turki".




Spekulasi di atas sebenarnya masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Namun fakta yang ada sejak abad 13-an, peci sudah menjadi pelengkap berpakaian yang umum bagi masyarakat pekerja Melayu.

Bahan Peci

Peci hitam yang kita kenal saat ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan rangka plastik atau rangka kertas agar bisa berdiri tegak.

Peci juga memiliki ukuran standar sebagai patokan pemakai agar sesuai dengan ukuran kepala yaitu sebagai berikut :

• Ukuran Normal adalah No. 4 s/d No. 11 atau keliling kepala 54 cm s/d 61 cm.

• Ukuran Spesial adalah No. 47 s/d No.49 atau keliling kepala 47 cm s/d 49 cm, No. 0 s/d No.3 atau keliling kepala 50 cm s/d 53 cm, dan di atas No. 11 atau keliling kepala lebih dari 11 cm.

•        Tinggi Normal adalah 7 cm s/d 10 cm.

Peci Dan Nasionalisme

Dalam perkembangannya, selain sebagai simbol agama, ternyata peci hitam juga sudah menjadi simbol nasionalisme bangsa Indonesia. Hal ini tidak lepas dari peran sosok proklamator Indonesia yaitu Ir. Soekarno yang tidak pernah lepas menggunakan peci pada saat tampil di depan publik.

Banyak tulisan yang menceritakan awal mula Soekarno menjadikan peci sebagai identitas nasional. Tulisan - tulisan tersebut merujuk pada tulisan  Cindy Adams "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia". Disebutkan bahwa Ir. Soekarno mempopulerkan peci pertama kali pada rapat Jong Java di Surabaya pada Juni 1921. Sejak saat itu, peci dikenalkan sebagai simbol kepribadian bangsa Indonesia.

Sebelum Soekarno, ternyata Tjipto Mangunkusumo mengenalkan peci sebagai identitas nasional lebih dulu.  Pada saat rapat SDAP (Sociaal Democratische Arbeiders Partij) 1913 di Den haag Belanda, Tjipto yang di temani Ki Hadjar Dewantara dan Douwes Dekker, mengenakan peci beludru hitam. Ki Hadjar sendiri menggunakan Fez berwarna merah. Sedangkan Douwes Dekker tak memakai penutup kepala.

Demikian sedikit informasi yang bisa saya bagikan kepada teman jagoan banten tentang peci. Silahkan tinggalkan komentar pada kolom dibawah

Ibu Moderator BU Aam Nurhasanah  membuka kegiatan dengan memperkenalkan pemateri malam ini Pak Brian dan beliau izin kunci grup agar lebih nyaman untuk Narasumber

Dan juga tidak lupa belaiu selau mengingatkan bahwa seperti biasanya malam ini kita bagi 2 sesi. Sesi pertama adalah sesi materi. Sesi kedua adalah sesi tanya jawab. Untuk mempersingkat waktu, silakan Pak Brian memasuki kelas. Terimakasih.

Lansung dipersilahan Bapak Brian oleh ibi Moderator, dan bapak Brian menyapa dengan Selamat malam bapak/ibu guru penulis di seluruh Indonesia

Senang sekali saya diberi kesempatan untuk sharing tentang dunia menulis yang memang menjadi hobi saya dan hobi kita semua ya

Malam ini saya akan membahas Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan kumpulan resume untuk menjadi naskah buku

Mungkin bapak/ibu masih bertanya-tanya, bagaimana kelanjutan proses penerbitan buku jika sudah menyelesaikan 20 resume. Apakah harus melalui penerbit yang ditentukan pelatihan belajar menulis,atau bagaimana ? Lalu bagaimana menyusun kumpulan resume dalam bentuk format buku ?

Itu semua akan terjawab malam ini

Namun sebelumnya saya ingin sedikit sharing tentang awal mula saya menulis buku

Saya sudah ngeblog sejak 2009. Namun keinginan untuk membuat buku baru muncul pada akhir 2013, Ketika itu saya ingin menerbitkan buku pada 2014.

Namun saya tidak punya mentor yang membimbing. Saya tidak tahu harus masuk di komunitas apa. Saya hanya tahu satu tempat menerbitkan buku secara mandiri yaitu nulisbuku.com. Disitu memang gratis, tapi tidak termasuk fasilitas desain cover dan ISBN. Jika mau dua hal itu harus bayar. Biayanya mungkin hampir sejuta. Ketika itu saya masih kuliah. Tidak mungkin mengeluarkan biaya sebanyak itu. Saya tidak tahu tempat lain untuk menerbitkan buku secara self publishing.

Semangat saya naik-turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di dalam laptop bertahun-tahun

Namun akhirnya pada 2019 saya mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Mata saya terbuka bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan dengan adanya penerbit indie.

Saya semangat menyelesaikan naskah saya hingga akhirnya pada Oktober 2020 saya mengirim naskah buku pertama saya ke salah satu penerbit Indie.

Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertama saya terbit



ini buku pertama saya

Setelah buku pertama terbit, barulah saya ketemu dengan grup pelatihan belajar menulis. Ketika itu memasuki gelombang 4

saya senang sekali berada satu grup dengan guru-guru yang juga suka menulis

Semangat saya menjadi berkali-kali lipat hingga menerbitkan buku solo pada Mei dan Juni 2020




Ini buku ketiga (Juni 2020)

Itu saja sedikit cerita saya

Sekarang bagaimana dengan bapak/ibu ?

Bapak/ibu beruntung bisa bergabung di grup ini. Bapak/ibu tinggal pilih mau menerbitkan buku dimana dan mendapat bimbingan.

Mari kita masuk topik utama malam ini

Pelatihan belajar menulis tidak menentukan penerbit tempat bapak/ibu menerbitkan buku.

Silakan bapak/ibu bebas memilih penerbit

Pertemuan sebelumnya sudah ada Cak Inin dari Kamila Press dan Pak Thamrin Dahlan dari YPTD

Bapak/ibu sudah tahu ketentuan/persyaratan dari tiap penerbit tersebut. Saya pun juga mau memberi pilihan kepada bapak/ibu yaitu menerbitkan buku lewat saya.

Saya bekerja sama dengan sebuah penerbit indie. Penerbit yang sudah menerbitkan bukunya bu Aam hehe

Maka yang sebaiknnya bapak/ibu lakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan bapak/ibu.

 Cara menerbitkan buku jika lewat penerbit rekan saya :

1.  20 tulisan resume digabung dalam satu file microsoft word. Nah settingan file microsoft word ini perlu disesuaikan dengan format penerbit. Kalau format penerbit rekanan saya:

2.  Ukuran kertas A5 (14x20cm)

3. Huruf times new roman, ukuran 12, Spasi 1,5, Margin 2 cm semua Paragraf rata kiri-kanan (justify)

4. Kemudian masukkan juga kelengkapan naskah dalam file naskah kumpulan resume

Kelengkapan naskah yaitu:

* cover ( judul buku dan nama penulis saja), kata pengantar, daftar isi (tanpa nomor halaman), profil penulis, sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

Urutannya:

1.      Cover

2.      Kata Pengantar

3.      Daftar Isi

4.      Isi naskah

5.      Profil Penulis

6.   Sinopsis

Jadi semuanya dalam satu file. Tidak dipisah-pisah menjadi beberpa file

jika sudah siap, silakan kirim ke WA saya

Untuk di penerbit rekanan saya, tidak ada batas minimal jumlah halaman

hanya 30 halaman A5 saja tetap diterbitkan

Kalau resume bapak/ibu nanti pasti lebih dari 90 halaman A5

jadi tidak perlu ragu pada resumenya masing-masing

Untuk menerbitkan di penerbit rekanan saya, biayanya 300.000

Penulis mendapat fasilitas penerbitan:

1.         Desain cover

2.         ISBN

3.         Layout

4.         Edit ringan

5.         2 Buku bukti terbit

6.         E-Sertifikat

Sampailai lah dipenghujung kegiatan bapak Brian sudah menyampai  baik itu saja dari saya.

IbuModerator bu Aam Nurhasanah mempersilahkan kepada peserta untuk memberikan pertanyaan

Dengan diselingi pujian beliau kepada peserta, sepertinya teman2 sudah semangat

Dan beliau mengingatkan lagi agar Mohon beri kode "N" besar artinya Next untuk melanjutkan pertanyaan. Terimakasih

Dari pertanyaan pertanyaan yang diberikan ada beberapa kesimpulan

1.      Keinginan untuk memiliki buku pada tahun 2014 Beliau bisa mewujutkannya karena adanya motivasi dan kerpecayaan diri.

Jadi untuk membangkitkan motivasi Jika motivasi dari diri sendiri, ada kemungkinan akan naik-turun.

Jadi bangkitkan motivasi dengan ikutan komuitas , seperti pelatihan belajar menulis ini.

Untuk percaya diri, saya banyak membandingkan buku-buku dari berbagai penerbit indie. Ternyata isi tulisannya tidak harus yang berat-berat. Tulisan tentang keseharian saja bisa diterbitkan.

2.      Menjadikan hasil  resume menjadi sebuah buku harus diedit lagi, tetap resume yag dikumpulkan tersebut yang tetapi sebaiknya baca ulang lagi naskah sebelum mengirim.Siapa tahu ada salah-salah ketik, pengeditan dilakukan dengan cara melakukan swasunting atau mengedit sendiri.

Tidak berlaku ketentuan penulisan ilmiah. Jadi simpel saja. Ada 20 resume berarti ada 20 bab.

* Tapi tidak usah membayangkan mengedit dengan ketentuan tingkat tinggi

* Edit saja hal-hal kecil seperti typo (salah ketik) dan merapikan susunan paragraph

* ilmu mengedit bisa dimulai dari dua hal sederhana:

1. Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

2. Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan

3. Yang perlu dalam percetakan :

 *Biaya pracetakan  : Rp 300 ribu.

* Waktunya : kurang lebih 1 bulan

* Harga cetak per buku tergantung jumlah halaman. Sebagai gambaran: 100 halaman A5 = 33.250

* Kualitas seperti penerbit pada umumnya. Kertas bookpaper 57 gram, jilid lem panas

* Cover : soft cover bahan art carton 260 gms, binding, laminating glossy, Wrapping plastik

4. Nama Penerbit yang ada pada grup ini ada 4 penerbit :

1. Kamila press

2.YPTD

3. Penerbit Gemala (rekanan saya)

4. Oase Pustaka (rekanan Bu Kanjeng)

Kiat-kiat dalam menulis

1.      Jangan ragu pada tulisan kita. Karena tulisan yang kita anggap biasa, bisa saja dianggap luar biasa bagi orang lain.

2.      Tidak perlu memikirkan bahwa menulis itu harus begini, harus begitu. Mulai aja dulu, ini menarik atau tidak

Pada dasarnya saya tidak punya hobi menulis. Namun sejak ngeblog, hobi menulis menjadi muncul.

3.      Saya mempelajari tentang menulis secara otodidak lewat internet atau buku. Maka sebenarnya saya pun masih perlu banyak belajar tentang menulis. Untuk di grup 16 ini ada Pak Opin dan Pak Rizky .

Rencana saya blog saya www.praszetyawan.com akan dibuat jadi 5 buku. Lalu mengajak siswa kelas saya menerbitkan buku antologi. Saya ada mimpi untuk membentuk komunitas guru penulis Jakarta

Baik kesimpulan perkuliahan malam ini adalah sekarang ini menerbitkan buku semakin mudah. Tulisan apapun bisa diterbitkan. Ditambah lagi bapak/ibu sudah bergabung dengan grup ini. Jalan yang harus dilewati untuk menerbitkan buku semakin jelas dan terbuka. Maka mari tuntaskan sampai buku terbit. Jangan berhenti di satu buku. Mudah-mudahan berlanjut menerbitkan buku kedua, ketiga, dan seterusnya, Semoga perkuliahan malam ini dapat menjawab hal-hal yang masih menjadi tanda tanya bagi bapak/ibu

Ibu Moderator bu Aam Nurhasanah menyampaikan Luar biasa sekali materi malam ini. Semoga buku solo kedua saya, yang lolos seleksi penerbit mayor PT Andi, akan segera terbit. Untuk semua peserta tetap semangat membuat resume sampai bukunya terbit juga. Buku antologi adalah salah satu lecutan semangat untuk menambah motivasi menulis. Ayo kita sukses bersama dan buku kita laris manis seperti moderator kelas menulis. Saya izin pamit, mohon maaf apabila ada kurang tata atau bahasa. Kelas saya kembalikan kepada Omjay. Terimakasih

Dari materi malam ini saya semakin termotivasi dan terinspirasi menerima materi yang disampaikan bapak Brian, jika ingin menulis dengan keyakinan dan keinginan yang kuat, masuk komunitas menulis dan belajar tentang menulis secara  otodidak lewat internet atau buku. Dan banyak lagi seperti di Artikel, di blog, koran-koran dan majalah.

Semoga keinginan saya untuk mengembangkan diri saya untuk menjadi penulis tercapai, dan saya akan mencoba menulis dari hal-hal yang yang kecil dan sederhana dan juga dari hal yang saya sukai.  Terimaksih banyak bapak Brian salam sukses selalu.

 

Salam kenal Nama : Emidarwati

dari SMP Excellent Nurul Ikhlas, Tanah Datar, Sumatera Barat

Jumat, 30 Oktober 2020

Bukan Guru Biasa

 

Bukan Guru Biasa

Sebagai motivasi dan Inspirasi

Resume ke 12 Jum’at 30 Oktober 2020





Tepat Jam 19.00 Om Jay lansung menyapa Assalamu alaikum, selamat malam guru guru hebat Indonesia

Malam ini kita akan mendapatkan pencerahan dari ibu @Tere dan sebagai narsumnya. Dan moderator malam ini adalah bu Aam Nurhasanah

Om Jay menyampaikan semoga kuliah malam ini lancar karena jarak jauh dari sumba ke laebak, hehehe

Dan Om Jaya meminta Ibu Aam Nurhasanah sebagai Moderator menjawab dengan Waalaikumsalam. Aam moderator omjay dan beliau persilahkan dengan hormat menjadi moderatorIbu Aam Nurhasanah menjawab Siap omjay

Dan Ibu Moderator bu Aam Nurhasanahlansung membuka kegiatan dengan menyapa peserta dengan mengucapkan Selamat malam guru hebat di seluruh tanah air,

 Cuaca dingin sekali saat ini karena beliau sedang diperjalanan menuju ke Jasinga, neneknya Adel, Tapi saya akan tetap memandu kuliah malam ini.

Malam ini kita akan berbagi pengalaman hebat dari Cikgu tere, Seorang guru blogger Inspiratif, alumni gelombang 4, yang naskahnya tembus ke penerbit mayor

Seperti biasa, kuliah malam ini kita bagi dua sesi. Sesi pertama adalah sesi materi. Sesi kedua adalah sesi tanya jawab

Untuk mempersingkat waktu, saya persilakan narasumber Cikgu Tere untuk memasuki kelas. Terimakasih.

Baik, Selamat malam, Om Jay, Bu Aam dan juga Bpk/Ibu guru blogger hebat.

Trm ksh, Bu Aam sdh membuka kuliah kita malam hari ini. Dan bersedia juga membantu saya sebagai moderator.

Ibu Moderator Bu Aam Nurhasanah menjawab Siap Cikgu

Bpk/Ibu guru hebat, senang sekali rasanya sy dapat belajar dan sharing bersama dgn bpk/ibu pd mlm hari ini.

Perkenalkan, nama sy Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD.

Saya biasa dipanggil dengan sebutan Cikgu Tere, seperti alamat blog sy, https://www.cikgutere.com

 

Hari ini, saya mengangkat topik, "Bukan Guru Biasa"

Topik ini saya sampaikan pada Om Jay, ketika beliau meminta sy untuk berbagi pengalaman kpd Bpk/Ibu terkait proses penulisan dan penerbitan buku.

Mengapa saya mengangkat topik, "Bukan Guru Biasa?" Karena menurut saya, kita semua yg mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis malam hari ini adalah guru - guru yg hebat dan luar biasa. Bahkan, layak menyandang predikat, "Bukan Guru Biasa".

Saat ini, kita berada dalam masa pandemi. Di mana kita dipaksa untuk beradaptasi dengan segala bentuk perubahan. Dan pada setiap perubahan itu, pasti kita akan mengalami situasi yang tidak nyaman. Akibat dari ketidakbiasaan tadi.

Banyak guru di luar sana yang memilih untuk menyerah pada keadaan, dibandingkan dengan menciptakan situasi baru atau keluar dari situasi yang dianggapnya tidak nyaman. Hal ini tentunya akan menjadikan situasi pandemi saat ini sebagai sebuah masalah atau bahkan musibah.

Namun, tak sedikit juga, guru yang justru menemukan berkah di balik musibah. Yang tadinya tidak mengerti dengan pembelajaran daring berbasis teknologi, sekarang sudah piawai menyelenggarakan kelas online. Bahkan bisa mengajari rekan guru yang lain. Yang tadinya tidak bisa menulis buku, sekarang bisa menulis buku. Dan masih banyak kisah sukses lainnya.

Saya juga pada awalnya merupakan seorang guru yang kebingungan dengan kondisi seperti saat ini. Sampai akhirnya, saya bergabung dengan grup WA pelatihan belajar menulis gelombang 4. Saat itu sy jg tergabung dgn Pak Brian di grup yang sama.

Selama mengikuti kegiatan belajar menulis di gelombang 4, saya mendapat banyak sekali ilmu pengetahuan dan bekal keterampilan terkait dunia menulis.

Dari awalnya menulis resume sebagai rangkuman materi belajar, sampai menulis artikel untuk lomba, dan bahkan menulis bacaan  untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Dan menulis buku untuk berbagai kepentingan.

Banyak proses yang dilalui untuk dapat menulis artikel dan bahkan buku. Perlu jam terbang, konsistensi, dan kesadaran dari kita masing - masing. Saya sendiri senang menerima tantangan yang diberikan oleh para narsum, seperti Bunda Lilis Sutikno yang menantang agar jadi peresume tercepat dan menulis buku dalam waktu seminggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit dan Penerbit Andi.

Bapak/Ibu, terkait jam terbang, ini adalah hal yang paling penting bagi seorang penulis. Terutama untuk mencegah terjadinya writter blocks. Bagi para penulis pemula, hal ini pasti sering terjadi. Apalagi jika Bapak/Ibu termasuk orang yang menulis dengan mengandalkan mood / suasana hati.

Dalam menulis ada bebarap hal yang harus diperhatikan :

1.       Dilakukan dimana saja

2.       Kapan saja

3.       Gaya menulis

4.       Alurnya jelas

5.       Kalimat - kalimatnya rapi sehingga paragraf pun menjadi padu akhirnya resume pun menjadi enak untuk dibaca karena isinya mengalir.

6.       Bagaimana caranya agar jam terbang kita meningkat

 

Khusus untuk menulis buku, saya akan bagikan pengalaman saya dalam menulis buku yang saya rangkum dengan kata IDOLA.

I = Identifikasi topik menarik

D = Daftar semua judul luar biasa

O = Outline terperinci akan membantu

L = Lanjut menulis isi bab

A = Atur layout sesuai permintaan penerbit

Bapak/Ibu, terkadang, keluarga dan sahabat saya heran karena saya selalu sibuk ini dan itu. Seringkali saya menghabiskan waktu berjam - jam untuk menulis. Bahkan sampai lembur. Namun, bagi sy, hal ini adalah hal yang biasa. Krn sy merasa bahwa passion saya memang menulis.

Ketertarikan bu Tere mengikuti kegiatan belajar menulis ada bebrapa alasan :

1. Melakukan hobi (hobi saya adalah menulis. Sejak kelas 3 SD, sy sudah menulis cerita dan bahkan buku sederhana yang dikliping / tidak diterbitkan)

2. Mengupgrade skill menulis (bergabung dengan penulis lain, membuat sy terus termotivasi untuk belajar jurus - jurus baru dalam menulis)

3. Mengekspresikan diri (Menulis adalah sarana menuangkan ide atau pemikiran yang sangat produktif. Kita bebas menjadi siapa saja dan menggali imajinasi kita seluas - luasnya)

4. Jembatan meraih prestasi.

 

Membangkitkan minat utk menulis

1.       Tetapkan jadwal (dipaksa) untuk menulis

2.       atau ambil waktu lain yang dapat digunakan untuk menulis.

3.       Ada modal besar utk menulis, aktivitas yg banyak akan menjadi sumber ide yg kaya

4.       Fokus dulu pada satu topik spesifik dulu.

5.       Mulai lah dari topik yang paling dikuasai dan disukai

 

Menulis mendatangkan banyak manfaat, di antaranya

*Berbagai apresiasi sebagai bonus dari menulis.

Contoh apresiasi yang sy terima adalah :

1.          Blogger inspiratif,

2.          Penulis cerita mini terbaik,

3.          Kreator artikel terbaik,

4.          Penulis beberapa judul buku (indie dan mayor),

5.          Tim Reviewer dan Uji Keterbacaan Modul Literasi dan Numerasi

 

Prestasi-prestasi beliau 



Ini adalah buku saya yg ditulis bersam Prof. Richardus Eko Indrajit yg diterbitkan oleh Penerbit Andi. Judulnya "Belajar Semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar"



Berkat menulis di blog, keterampilan menulis  saya terus menerus terasah dan akhirnya tanggal 1 Oktober 2020, saya mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Sekolah Dasar Kemdikbud sebagai Kreator Konten Artikel Terbaik dalam Lomba Pancasila Bakti 2020. Hadiahnya sangat besar yaitu 10 juta rupiah, dalam bentuk media pembelajaran.

Apakah Bpk/Ibu dapat membayangkan ketika tulisan kita sebanyak 3 - 4 halaman dibayar dengan nominal seperti di atas ?

Luar biasa sekali, bukan ?

Om Jay sering mengatakan bahwa kita harus menulis setiap hari karena akan mendatangkan keajaiban.

Saya sudah merasakannya, Bapak/Ibu. Banyak sekali manfaatnya jika kita menulis dengan konsisten.

Beberapa kali saya lolos seleksi lomba tingkat nasional, salah satunya karena ada jejak digit melalui tulisan saya di media sosial dan blog.

Ketika panitia lomba ingin mengetahui profil saya, mereka cukup mengetik nama saya di browser. Lalu, mereka akan mendapat semua informasi yg diinginkan. Inilah pentingnya personal branding.

Bapak/Ibu, tidak ada seorang penulis yang langsung besar. Semuanya berawal dari penulis yang kecil dulu, namun lama kelamaan karya tulisnya akan dihargai orang, asalkan, dia terus konsisten dalam menulis. Bisa di blog maupun di media sosial.

Dan tak kalah pentingnya, bersikaplah terbuka dan positif terhadap saran serta kritik dari para pembaca. Berlakulah sebagai pembaca tulisan Bpk/Ibu sendiri ketika sudah selesai menulis, agar Bpk/Ibu berlatih objektif. Sehingga tulisan akan tetap terjaga kualitasnya.

Demikianlah materi yg bisa saya bagikan pada malam hari ini.

Kesimpulan : untuk dapat memantaskan diri menjadi bagian dari "Bukan Guru Biasa", hendaknya kita selalu melakukan 3 B yaitu: Belajar, Berkarya, Berbagi. Cari ilmunya, tuangkan lewat karya nyata, dan bagikan karya tersebut hingga dapat menginspirasi orang lain.

Bu Tere sudah selesai berbagi kini tibalah saatny untuk masuk kesesei ke dua sesi tnya jawab

Dan waktu dikebalikan kepada moderator.

Dan ibu Modertor Bu Aam  Nurhasanah mengucapkan Terimakasih Cikgu resep 3B nya sangat meresap di hati. Karena waktu sudah mendekati pukul 20.00 WIB, kita akan memasuki sesi tanya jawab.

Dan ibu Moderator BuAam Nurhasanah untuk para peserta mengajukan pertanyaan. 

Jadi dari pengalaman Bu Tere tersebut sangat luar bisa karena beliau juga awalnya sebelum menulis buku juga sebagai pemula dalam Grup WA pelatihan belajar menulis gelombang 4. Saat itu beliau  tergabung dgn Pak Brian di grup yang sama. Tetapi semangat dan motivasinya, kerja keras dan kemauannya beliau yang cukup tinggi  sehingga beliau menjadi penulis yang hebat. Semoga pengalaman beliau ini bisa membangun motivasi dan inspirasi bagi saya untuk mengikuti jejak beliau menjadi seorang penulis walaupun usia saya tidak muda lagi. Seperti kata-kata motivasi pemateri sebelumnya usia bukan alasan untuk berhenti belajar yang penting ada kemauan pasti bisa pasti ada jalan.

 

Salam kenal Nama : Emidarwati

dari SMP Excellent Nurul Ikhlas, Tanah Datar, Sumatera Barat.